Jumat, 15 November 2019

MAKALAH MENGIDENTIFIKASI SEGMEN PASAR DAN MEMILIH PASAR SASARAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
            Pertumbuuhan ekonomi yang pesat menyebabkan perusahaan harus secara terus-menerus memantau pasar dan menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar. Dalam hal itu perusahaan memerlukan strategi-strategi yang tepat agar dapat memenuhi sasaran serta mencapai tujuan mereka, sebab strategi menentukan keberhasilan perusahaan. Mengidentifikasi segmen pasar merupakan langkah awal yang dibutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan strategi dalam suatu perusahaan. Dalam situasi dimana konsumen mendapati banyak pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen pada segmen tertentu.
            Perusahaan tidak dapat berhubungan dengan semua pelanggannya dipasar yang besar, luas, atau beragam. Tetapi mereka dapat membagi pasar menjadi kelompok konsumen atau biasa disebut segmen dengan kebutuhan serta keinginan yang berbeda. Kemudian perusahaan juga harus mengidentifikasi segmen pasar mana yang dapat dilayaninya dengan efektif. Keputusan ini memerlukan pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen serta pemikiran strategis yang seksama untuk dapat mememenuhi sasaran mereka.

Dari uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya, yaitu:
1.    Bagaimana mengidentifikasi pasar sasaran?
2.    Bagaimana memilih pasar sasaran?

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dalam penulisan makalah ini sebagai berikut:
1.    Mengetahui identifikasi pasar sasaran.
2.    Mengetahui memilih pasar sasaran.

     Manfaat dari penelitian ini adalah diharapkan dapat menambah pengetahuan serta sebagai bahan referensi dan informasi bagi pembaca/mahasiswa.




BAB II
PEMBAHASAN

A.      Mengidentifikasi Segmen Pasar
1.      Pengertian Segmentasi Pasar
          Segmentasi pasar merupakan pembagian kelompok pembeli yang memiliki perbedaan kebutuhan, karakteristik, ataupun perilaku yang berbeda di dalam suatu pasar tertentu. Segmentasi pasar bisa juga diartikan sebagai pengidentifikasian analisis perbedaan para pembeli di pasar.
          Segmentasi pasar menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong adalah pembagian sebuah pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda. Segmentasi pasar dapat dimaksudkan sebagai pembagian pasar yang berbeda-beda (heterogen) menjadi kelompok-kelompok pasar yang homogen, di mana setiap kelompoknya bisa ditargetkan untuk memasarkan suatu produk sesuai dengan kebutuhan, keinginan, ataupun karakteristik pembeli yang ada di pasar tersebut. Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif, yaitu:
·           Dapat diukur (measurable). Ukuran, daya beli, dan profil pasar harus dapat diukur dengan tingkat tertentu.
·           Dapat dijangkau (accessible). Segmen pasar dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
·           Cukup besar (substantial). Segmentasi pasar cukup besar atau cukup memberi laba yang dapat dilayani. Suatu segmen merupakan kelompok homogen yang cukup bernilai untuk dilayani oleh progam pemasaran yang sesuai.
·           Dapat dibedakan (differentiable). Differentiable berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.
·           Dapat dilaksanakan (actionable). Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

2.      Manfaat dan Tujuan Segmentasi Pasar
·         Tujuan Segmentasi Pasar
1.    Lebih Mudah Membedakan Pasar
          Perusahaan akan mencari konsumen yang mempunyai sifat homogen sehingga akan lebih mudah bagi perusahaan dalam memahami keringanan dan kebutuhan konsumen. Dengan demikian pasar akan lebih mudah untuk dibedakan beserta kelompok pasar lain.
2.    Pelayanan Terhadap Konsumen Menjadi Lebih Baik
          Ada 4 hal penting yang selalu muncul di setiap konsumen yaitu: Pelayanan baik memuaskan, Harga terjangkau, Kualitas barang bagus dan Ketetapan waktu. Di antara ke 4 hal tersebut yang paling mendominasi adalah pelayanan, cukup banyak yang sudah membuktikan bahwa konsumen pindah disebabkan karena buruknya proses pelayanan.
3.    Strategi Pemasaran Lebih Mengarah
          Melayani pasar secara luas dengan konsumen yang heterogen akan sangat sulit untuk dilakukan. Dengan adanya segmentasi pasar maka perusahaan akan lebih fokus dalam melayani konsumen yang homogen.
Dengan demikian strategi pemasaran yang sudah direncanakan bisa lebih tertuju atau mengarah dalam menyusun marketing mix sehingga menghasilkan efek yang lebih tajam. Selain itu, pihak dari manajemen akan lebih mudah dalam mengarahkan dana dan usaha ke arah pasar yang paling menguntungkan, dapat merencanakan produk yang bisa memenuhi pasar, dan merancang promosi yang tepat untuk perusahaan.

·         Manfaat Segmentasi Pasar
1.        Menyalurkan uang ataupun usaha ke pasar potensial yang akan menguntungkan.
2.        Merencanakan produk dengan baik yang dapat memenuhi permintaan pasar.
3.        Menentukan cara promosi yang paling tepat.
4.        Memilih media advertensi yang baik dan menemukan bagaimana cara men-alokasikan dengan baik.
5.        Dalam hal promosi bisa diatur dengan sebaik-baiknya.
6.        Penjual akan berada dalam posisi yang cukup baik, guna mengarahkan dan membandingkan kesempatan atau pun harapan dalam pemasaran sehingga mampu mempelajari setiap segmen.
7.        Penjual dapat memakai wawasan-nya untuk menanggapi usaha pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggaran dengan tepat.
8.        Penjual bisa mengatur lebih baik lagi produknya dengan pemasarannya.
3.        Prosedur Melakukan Segmentasi Pasar
                 Dalam mengidentifikasi segmen pasar, ada tiga tahap prosedur yang harus dilakukan, yakni:
1)      Tahap Survey
          Pada tahap ini dilakukan wawancara kepada target segmen pasar untuk mendapatkan pemahaman terhadap sikap, motivasi, dan perilaku konsumen. Wawancara bisa dalam bentuk kuesioner, di mana data kuesioner yang terkumpul bisa dijadikan informasi atas atribut-atribut yang dibutuhkan.
2)      Tahap Analisis
          Di tahap ini, data yang mengandung variabel-variabel berkorelasi tinggi dibuang, kemudian dilakukan analisis kelompok untuk menghasilkan jumlah maksimum segmen yang berbeda.
3)      Tahap Pembentukan
          Di tahap ini dibentuklah kelompok berdasarkan perbedaan sikap, perilaku, demografis, psikologis, psikografis, dan pola media. Dari sifat dominan yang ditemukan pada kelompok tersebut, diberikanlah nama profil pada kelompok segmen itu.
4.        Kriteria Segmentasi Pasar
          Perusahaan menyadari bahwa produksi yang mereka lakukan tidak akan menarik semua konsumen. Hal ini karena jumlah konsumen sangatlah banyak, tersebar diberbagai wilayah, selera konsumen yang berubah dengan cepat, dan banyaknya pesaing. Oleh karena itu perusahaan akan mencari posisi yang sangat menguntungkan untuk melayani konsumen dengan cara mengidentifikasi berbagai segmen yang paling menarik agar dapat melayani konsumen dengan efektif. Dengan begitu perusahaan akan mengalihkan pemasaran massal dan pemasaran produk deferensiasi ke pemasaran sasaran, yaitu dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
  1. Pemasaran Massal
            Pemasaran ini ditandai dengan melakukan produksi, mendistribusikan, dan mempromosikan secara massal pada seluruh konsumen. Produk yang dipasarkan ialah tunggal dengan harapan akan bisa memenuhi seluruh keinginan konsumen dan dapat menghemat biaya. Strategi pemasaran massal sekarang ini tidak lagi banyak terapkan oleh perusahaan, kecuali oleh perusahaan yang konsumennya terbatas.
  1. Pemasaran Produk yang Terdiferensiasi
            Strategi pemasaran ini banyak diterapkan oleh perusahaan. Dalam pemasaran ini perusahaan mencoba untuk mengidentifikasi berbagai macam kelompok pembeli tertentu dengan membagi pasar kedalam dua kelompok segmen atau lebih dan pada masing- masing segmen ditawarkan jenis produk yang berbeda dengan kelompok lain. Misalnya perbedaan menyangkut kualitas, model, ukuran, dan sebagainya. Contohnya, pada awalnya teh botol sosro hanya satu produk tetapi saat ini sudah berkembang menjadi berbagai produk dan merek.
  1. Pemasaran Sasaran
            Dalam pemasaran sasaran perusahaan hanya memusatkan usaha pemasarannya pada satu atau beberapa kelompok segmen pasar tertentu saja. Strategi pemasaran sasaran ini dilakukan dengan mengembangkan produk dan pembedanya (diferensiasi) dan juga melakukan bauran produk (marketing mix) untuk kelompok tertentu saja. Strategi ini banyak diterapkan, dikarenakan adanya tingkat persaingan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, melakukan diferensiasi produk sangat penting untuk dijalankan. Philip Kother mengungkapkan bahwa strategi untuk kegiatan diferensiasi produk dapat dilakukan melalui:
a.       Produk, meliputi: desain, fitur, performance, dan lairkan.
b.      Service, meliputi kemudahan, kecepatan, empati, delivery time, dan sebagainya.
c.       Saluran distribusi, meliputi kemampuan penjual, bentuk saluran distribusi, dan sebagainya.
d.      Sumber daya manusia, meliputi skill, budaya kerja, dan sebagainya.
e.       Citra perusahaan, meliputi logo, merek, asosiasi karakter, dan sebagainya.



5.        Dasar-dasar Segmentasi Pasar
·         Dasar–dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen:
1.       Variabel geografi
     Variabel tersebut, antara lain: wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim.
2.       Variabel demografi
     Variabel tersebut, antara lain: umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dan lainnya.
3.       Variabel psikologis
     Variabel tersebut, antara lain: kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
Variabel tersebut, antara lain: manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk.
·         Dasar–dasar segmentasi pada pasar industri:
a.   Tahap 1, yaitu menetapkan segmentasi makro, yakni pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan banyaknya langganan.
b.   Tahap 2, yaitu sikap terhadap penjual, ciri–ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan.

6.        Tingkatan Segmentasi Pasar
1.      Pemasaran massal, memproduksi dan mendistribusikan secara massal dan mempromosikan produk secara massal.
2.      Pemasaran egmen, memisahkan segmen-segmen yang membentuk pasar dan mengadaptasi tawaran-Nya agar sesuai dengan kebutuhan satu segmen tersebut.
3.      Pemasaran relung, memfokuskan pada sub-segmen atau relung pasar yang mempunyai sejumlah ciri bawaan yang khas.
4.      Pemasaran mikro, praktek perancangan dan program pemasaran produk agar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh individu dan lokasi yang spesifik, meliputi pemasaran lokal dan individual.

7.        Contoh Segmentasi Pasar
·           Segmentasi pasar Aqua
          Di segmentasi geografisnya, Aqua menujukan semua pasar yang ada di wilayah Indonesia. Tidak hanya di perkotaan, tapi kita juga bisa menemukan produk Aqua di pinggiran kota, bahkan pedesaan.  Secara demografis, Aqua menargetkan orang-orang di semua kalangan dan jenis kelamin. Produk Aqua diproduksi untuk semua kalangan dan untuk dikonsumsi siapa saja.
          Secara psikografis, Aqua ditujukan untuk kalangan kelas sosial menengah. Tapi bisa juga untuk kelas kalangan bawah mengingat ada harga kemasan yang bisa dijangkau kelas kalangan bawah dengan harga pasar Rp 500,- dan Rp 3000,- Selain itu Aqua diperuntukkan bagi orang-orang dengan gaya hidup praktis dan sehat dengan kemasan yang mudah didapat dan dibawa, sehingga Aqua cocok bagi orang aktif dengan mobilitas yang tinggi.
·           Segmentasi pasar Coca-cola
          Secara geografis, Coca-cola menjual produk minuman tertentu yang hanya ada di Jepang, yaitu Sokembicha (non-karbonat, ginseng, dan teh), Lactia (fermentasi susu). Pada segi segmentasi psikografi, Coca-cola memiliki jenis varian yang berbeda; Coca-cola Zero yang diproduksi tanpa gula yang rendah kalori, diperuntukkan bagi konsumen dengan gaya hidup sehat. Coca-cola juga membagi segmentasi pasarnya ke dalam segmentasi demografis, yaitu remaja baik itu laki-laki maupun perempuan dengan usia 15-21 tahun.
·           Segmentasi pasar Samsung Galaxy Young
          Sesuai dengan namanya, Samsung Galaxy Young ditujukan bagi mereka yang berjiwa muda, khususnya pelajar dan mahasiswa. Didukung dengan desain yang tipis dan pilihan warna yang cukup banyak, ponsel ini ditujukan bukan hanya untuk kaum wanita saja, tapi juga untuk kaum laki-laki. Dengan dilengkapi kamera sebesar 2MP ponsel ini mengincar mereka yang senang berfoto. Selain itu browser HTML dan jaringan 3G network dan datanya diciptakan agar pengguna bisa terus up-to-date dengan dunia internet yang terus membooming dan tidak ketinggalan berita. Dan dari harganya yang hanya satu jutaan, secara demografis, ponsel ini mengincar pasar kelas menengah ke bawah. Namun juga tidak menutup kemungkinan bagi kelas di atasnya karena desainnya yang mewah.
          Pada segi geografis, produk Samsung ini sudah di seluruh Indonesia dan juga di beberapa berkembang lainnya sepeti Malaysia, Singapura, India, dan negara lainnya.
          Secara psikografis, ponsel ini ditujukan bagi orang-orang yang selalu ingin terhubung dengan internet dengan kecepatan tinggi, gemar berfoto dan multimedia, juga untuk kebutuhan kerja karena dapat membuka file dokumen.
  • Segmentasi pasar Honda Beat
            Honda Beat merupakan jenis kendaraan bertipe skuter otomatis, berada di harga Rp 12,5 juta. Secara demografis, Honda Beat menargetkan pelajar dan mahasiswa sebagai segmen pasarnya. Secara psikografis, Honda Beat ditujukan untuk anak muda yang senang kenyamanan dan praktis, serta bergaya hidup trendi dan modern. Dan secara geografis, Honda Beat yang berada pada segmen 110 CC memiliki konsentrasi pemasaran di kota-kota besar di Indonesia dan di daerah-daerah, di mana di daerah perkotaan cenderung menggunakan velg racing dan sedangkan di daerah cenderung menggunakan velg jari-jari.

B.       MEMILIH PASAR SASARAN
1.         Pengertian  Pasar Sasaran
          Pasar sasaran adalah suatu kelompok konsumen yang agak homogen, kepada siapa perusahaan ingin melakukan pendekatan guna dapat menariknya (appeal) untuk membeli produk yang di pasarkan. Target market adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Apabila perusahaan ingin menentukan segmen pasar mana yang akan dimasukinya, maka langkah yang pertama adalah menghitung dan menilai porensi profit dari berbagai segmen yang ada tadi. Maka dalam hal ini pemasar harus mengerti betul tentang teknik-teknik dalam mengukur potensi pasar dan meramalkan permintaan pada masa yang akan datang.
   Teknik-teknik yang dipergunakan ini sangat bermanfaat dalam memilih pasar sasaran, sehingga pemasar dapat menghindarkan kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi, atau paling tidak menguranginya sekecil mungkin dalam prakteknya. Maka untuk tujuan tersebut perusahaan harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran.
Perusahaan dalam menetapkan sasaran pasar, terlebih dahulu melakukan segmentasi pasar, perusahaan dapat mengembangkan posisi/kedudukan produknya disetiap sasaran pasar sekaligus. Dengan mengembangkan acuan pemasaran (marketing mix) untuk setiap sasaran pasar tersebut. Proses yang dilakukan dalam hal ini adalah:
·         Identifikasi basis untuk mensegmentasi pasar.
·         Mengembangkan “profiles” dari segmen pasar yang dihasilkan.
·          Mengembangkan ukuran/kriteria dari daya tarik segmen pasar yang ada.
·         Memilih pasar sasaran
·          Mengembangkan posisi produk untuk setiap segmen pasar sasaran.
·         Mengembangkan acuan pemasaran (marketing mix) untuk setiap segmen pasar sasaran itu.

2.      Mengevaluasi Segmen-segmen pasar
          Sebelum memilih pasar sasaran yang harus dilakukan adalah dengan mengevaluasi segmen pasar dengan memperhatikan tiga faktor, yaitu:
1)      Ukuran dan pertumbuhan segmen, apakah suatu segmen potensial mempunyai karakteristik ukuran dan pertumbuhan yang tepat. Para pesaing akan dengan segera memasuki segmen yang sedan berkembang dan menekan profitabilitas segmen ini.
2)      Daya tarik struktural segmen. Suatu segmen mungkin mempunyai karakteristik ukuran dan pertumbuhan yang dikehendaki, tetapi tidak menarik dari sudut pandang kemampulabaan (profitabilitas). Perusahaan harus menilai dampak kemampulabaan jangka panjang dari lima kelompok : peserta persaingan industry, pendatang baru potensial, produk pengganti ( subtitusi), pembeli dan pemasok.
3)      Tujuan dan sumber daya perusahaan. Walaupun suatu segmen mempunyai karakteristik ukuran dan pertumbuhan yang positif dan menarik secara structural, perusahaan perlu mempertimbangkan tujuan dan sumber daya nya sendiri. Perusahaan dianjurkan untuk tidak memasuki pasar atau segmen pasar dimana ia tidak mempu menghasilkan nilai-nilai tertentu yang unggul.

Pertimbangan-pertimbangan lain dalam mengevaluasi dan memilih segmen
1)      Keterkaitan antar segmen dan supersegmen. Yaitu dengan memperhatikan keterkaitan antar segmen dalam hal biaya, prestasi atau teknologi.
2)      Rencana penyerbuan semen per segmen yaitu dengan memasuki satu segmen terlebih dahulu dan merahasiakan rencana besarnya.
3)      Menilai segmen-segmen pasar, yaitu dengan menghitung dan menilai potensi keuntungan dari berbagai segmen yang ada.

3.        Lima Pola Pemilihan Pasar Sasaran
            Setelah mengevaluasi segmen-segmen yang berbeda, perusahaan dapat mempertimbangkan lima pola pemilihan pasar sasaran, yaitu: (Kotler, 2000:314)
1.    Kosentrasi segmen tunggal  
                        Perusahaan bisa memilih dan menentukan sebuah segmen tunggal. Keuntungan jika perusahaan memilih berkonsentrasi pada pasar tertentu, maka perusahaan bisa mendapatkan pengetahuan yang luas dan mendalam tentang perilaku konsumen atas produk yang ditawarkan dan reputasi istimewa yang diperoleh perusahaan. Jika perusahaan dapat menguasai kepemimpinan dalam segmen tersebut, perusahaan dapat menghasilkan pengembalian investasi yang tinggi. Sedangkan kelemahannya adalah ketika konsumen mulai meninggalkan produk perusahaan dikarenakan konsumen sudah mulai bosan, atau adanya pesaing yang mendadak memproduksi barang yang sama maka perusahaan akan menghadapi risiko kerugian.
                        Contohnya: PT Sayap Mas berkonsentrasi pada pasar sabun dan sejenisnya. Perusahaan orang tua berkonsentrsi pada pasar makanan dan minuman berenergi. Volkswagen berkonsentrasi pada pasar mobil kecil dan Porsche pada pasar mobil sport. Saat wanita muda mendadak berhenti membeli pakaian olah raga, hal tersebut menyebabkan penghasilan Bobbie Brooks menurun tajam.
2.    Spesialisasi Selektif  
                        Disini perusahaan memilih sejumlah segmen, masing-masing menarik dan cocok secara objektif, berdasarkan tujuan dan sumber daya perusahaan yang berpotensi sebagai penghasil uang. Contoh: Penyiar radio yang ingin menarik pendengar muda dan tua.
3.    Spesialisasi produk  
                        Dalam hal ini, perusahaan berkonsentrasi dalam menghasilkan produk tertentu yang dijual kebeberapa segmen. Kelebihan strategi spesialisasi produk ini adalah strategi ini mampu membangun reputasi yang kuat dibidang produk tertentu tapi kelemahannya adalah jika produk tersebut digantikan oleh produk yang sejenis yang lebih canggih.
                        Contohnya adalah: perusahaan kayu yang berkonsentrasi membuat dan menjual hasil produknya seperti meja dan bangku sekolah ke sekolah-sekolah negeri dan swasta. Perusahaan Mikroskop yang menjual mikroskop ke lab, kantor pemerintah, dan ke universitas.


4.    Spesialisasi pasar  
                        Perusahaan berkonsentrasi untuk melayani berbagai kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu. Kelebihan dari strategi ini adalah perusahaan mendapatkan reputasi yang kuat dengan mengkhususkan diri dalam melayani kelompok pelanggan dan menjadi saluran pemasaran bagi semua produk yang digunakan oleh kelompok pelanggan ini. Resiko yang tidak menguntungkan adalah bahwa kelompok pelanggan itu mungkin harus memotong anggaran mereka dan mengurangi pembelian.
                        Sebagai contoh: perusahaan yang menjual bermacam-macam produk ke laboratorium universitas yang terdiri dari mikroskop, osiloskop, pembakar Bunsen, dan labi kimia.
5.    Cakupan seluruh pasar  
                        Perusahaan berusaha melayani seluruh pelanggan dengan menyediakan semua produk yang dibutuhkan pelanggan. Biasanya perusahaan yang cukup besar yang bisa dan mampu melayani semua kebutuhan dan melayani strategi cakupan seluruh pasar. Perusahaan besar dapat mencakup seluruh pasar dengan dua cara umum, yaitu melalui pemasaran yang tidak  terdiferensiasi atau melalui pemasaran yang terdiferensiasi. Contoh: Coca Cola.
                        Dalam pemasaran yang tidak terdiferensiasi, perusahaan mengabaikan perbedaan segmen pasar dan meraih seluruh pasar dengan satu tawaran pasar. Ia memusatkan perhatian pada kebutuhan pembeli yang bersifat dasar dan bukannya pada perbedaan diantara pembeli. Ia merancang suatu produk atau suatu program pemasaran yang akan menarik jumlah pembeli terbesar. Ia menggantungkan diri kepada distribusi dan pengiklanan masal. Ia berusaha memberikan citra produk yang superior ke dalam benak orang-orang. Ia bertujuan memberikan produk dengan citra yang hebat dalam pikiran orang-orang.
                        Sedangkan dalam pemasaran yang terdiferensiasi,perusahaan beroperasi di berbagai segmen pasar dan merancang program yang berbeda bagi masing-masing segmen. Pemasaran yang terdiferinsiasi biasanya menciptakan lebih banyak penjualan total dari pada pemasaran yang tidak terdiferensiasi. Namun ia juga meningkatkan biaya unyuk berbisnis. Diantara biaya-biaya tersebut antara lain adalah biaya modifikasi produk,biaya manufaktur, dan biaya administrasi.






BAB III
PENUTUP

1.        Kesimpulan
                 Segmentasi pasar menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong adalah pembagian sebuah pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda. Segmentasi pasar dapat dimaksudkan sebagai pembagian pasar yang berbeda-beda (heterogen) menjadi kelompok-kelompok pasar yang homogen, di mana setiap kelompoknya bisa ditargetkan untuk memasarkan suatu produk sesuai dengan kebutuhan, keinginan, ataupun karakteristik pembeli yang ada di pasar tersebut.
                 Sasaran pasar adalah suatu kelompok konsumen yang agak homogen, kepada siapa perusahaan ingin melakukan pendekatan guna dapat menariknya (appeal) untuk membeli produk yang di pasarkan.

2.        Saran
                 Suatu perusahaan ketika menciptakan suatu produk harus menentukan segmen pasar yang dituju dengan tepat dengan mempertimbangkan syarat, kriteria, meakukan prosedur dan sebagainya. Selanjutnya memilih pasar sasaran sesuai dengan segmen pasar yang telah dipilih dengan melakukan berbagai evaluasi dan pertimbangan mengenai segmentasi pasar tersebut.













DAFTAR PUSTAKA








Tidak ada komentar:

Posting Komentar